Translate

Jumat, 15 Januari 2016

Mengenal Santo Santa

      Santo atau Santa adalah gelar orang kudus yang diberikan gereja kepada beberapa orang yang telah menjadi sosok inspiratif bahkan sebagai pengantara Allah dalam mukjizat-mukjizat -Nya. Meskipun begitu, gereja tidak sembarangan dalam pemberian gelar-gelar ini sebab orang-orang yang bergelar santo/santa akan menjadi perantara umat kepada Tuhan. Oleh sebab itu, berikut adalah pengertian serta tahapan-tahapan menjadi santo santa.
   

     Telah diketahui bahwa Santo-santa atau orang kudus adalah gelar yang diberikan oleh Gereja Katolik kepada orang yang selama hidupnya menjadi "teladan" bagi orang disekitarnya. Tetapi, apakah anda tahu bahwa gereja tidak sembarangan memberikan gelar ini namun harus melalui proses yang sangat panjang. Yang pertama berdasarkan cerita yang ada, setelah itu bukti yang ada, serta mukjizat yang terjadi ketika umat berdoa melalui perantaraannya. Tentu saja hal-hal tersebut disertai dengan penelitian oleh sebab itu seseorang yang akan dijadikan santo/santa membutuhkan waktu yang lama bahkan bisa memakan ratusan tahun dari tahun kematiannya.
    
     Setelah dilakukan penelitian , orang yang diteliti tersebut tidak langsung ditetapkan menjadi santo/santa, melainkan melalui beberapa tahap yaitu: "Hamba Allah"  gelar ini diberikan kepada orang yang diketahui telah menjalani kehidupan yang baik dan heroik di wilayah keuskupannya. Selanjutnya adalah "Venerabilis" yaitu gelar yang diberikan setelah bukti-bukti dan kesaksian tentang orang tersebut telah dinyatakan kebenarannya. Setelah semuanya selesai, akan dilakukan sebuah tahap yang bernama "Beatifikasi" disini calon orang kudusakan mendapat gelar  Beato/Beata (yang terberkati) dan jika memungkinkan, orang2 tersebut akan di"kanonisasi" dan menjadi Santo/Santa.

      Mungkin jika kalian berkesempatan mengunjugi beberapa jasad orang kudus yang tidak membusuk meskipun telah meninggal ratusan bahkan ribuan tahun, kalian akan bertanya-tanya "apakah ini asli atau tidak?" Dan banyak orang yang menganggap itu faktor alam atau bahkan diawetkan. Tetapi jasad orang kudus berikut sudah diteliti untuk membuktikan tidak ada zat kimia atau faktor alam yang membuat jasad tersebut tetap utuh. Memang di beberapa tempat jasad orang kudus diberi lilin di beberapa bagian agar lebih sedap dipandang dan terhindar dari kerusakan lain, tetapi apakah bagian tubuh yang tidak diberi lilin membusuk? Tidak, maka hal tersebut dapat dikategorikan mukjizat.

          Orang Kudus dikategorikan dalam beberapa kategori seperti martir yaitu orang kudus yang meninggal karena membela imannya contoh: St Stefanus, St Tarsisius, dll. Yang kedua adalah Imam atau pujangga gereja yaitu orang kudus yang selama hidupnya menjadi imam (biarawan/biarawati) atau memberikan kontribusi penting dalam kekristenan contoh: St Thomas Aquinas, St Agustinus, dll. Lalu kategori lain seperti pengaku iman, abbas, perawan, uskup, pertapa dan lain sebagainya menandakan bahwa mereka merupakan uskup, perawan, pertapa, dan lain sebagainya itu.

      Orang Kudus tak harus berbuat sesuatu yang sangat istimewa atau WoW seperti menjadi misionaris, menyembuhkan orang sakit atau yang lain sebagainya, contohnya saja St Theresia Liseux yang tidak membuat sesuatu yang berarti namun teladan, iman, serta cintanya kepada Tuhan membuatnya diangkat menjadi Santa. Orang kudus juga tidak harus biarawan atau biarawati, orang kudus juga bisa diambil dari kaum awam contohnya Hamba Allah Frank Duff, St Lorenzo Ruiz, St Josef Moscati, dll.

      Orang kudus adalah contoh-contoh dari manusia yang segala tindakannya sesuai dengan kehendak Allah sehingga mereka menjadi teladan bagi kita semua. Mereka tak berbeda dengan kita, manusia biasa, namun jika mereka bisa mengapa kita tidak, jadi jangan takut untuk menjadi Orang Kudus, jadilah garam dan terang di kehidupan sehari-hari dan jalankanlah perintah Tuhan. Sekian postingan kali ini, semoga berguna dan Tuhan memberkati!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar